Blogger Widgets

Selasa, 27 Mei 2014

Usaha Pembuatan Tempe (Bahan dan Resep)

Usaha Pembuatan Tempe (Bahan dan Resep)



Cara Membuat Tempe dan Manfaat tempe. Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang telah dikenal luas oleh masyarakat indonesia. Hanya saja tidak semua orang tahu cara membuat tempe, resep dan cara pembuatan tempe. Kalau anda hobi makan tempe baik tempe goreng yang sering dipikul lewat depan maupun yang dimasak sendiri, tidak ada salahnya jika anda belajar cara membuat tempe, siapa tahu bisa berkembang jadi pengusaha tempe.

Sebelumnya saya juga pernah menulis cara membuat telur asin bisa anda lihat disini, nanti akan saya sambung dengan tulisan yang lain cara membuat tahu, resep dan bahan-bahan pembuatan tahu, untuk saat ini kita akan bahas cara pembuatan tempe serta bahan-bahan yang dibutuhkan untukproses pembuatan tempe.

Mengetahui tentang tempe dan  Manfaat Tempe
Tempe adalah makanan khas indonesia terbuat dari fermentasi biji kedelai atau beberapa jenis kapang Rihizopus lainnya. seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Fermentasi umum menggunakan ‘ragi tempe‘.

Manfaat makan tempe
Tempe memiliki banyak manfaat kendatipun tidak semua tahu tentang manfaat tempe, jika sebagian besar orang indonesia menyukai tempe karena makan ringan dan murah ini sangat enak dimakan, baik sebagai bahan campuran sayur, lauk pauk maupun sebagai makanan ringan. Sedangkan manfaat tempe itu sendiri teutama untuk kesehatan al:
1. Mencegah penyakit anemia dan osteoporosis (pengeroposan tulang).
2. Menurunkan kadar kolesterol. Senyawa protein
3. Mencegah kanker payudara dan penuaan (awet muda)
masih banyak manfaat lainnya dari tempe.

Cara membuat Tempe, Resep dan bahan-bahan  Pembuatan tempe
Sebelum anda membuat tempe pertama kali yang anda siapkan adalah :
1. Peralatan dan bhan-bahan yang diperlukan:
2. Wadah dan panci cukup besar utk merendam dan merebus kedelai
Wadah dgn permukaan lebar untuk mencampur ragi dan kedelai (saya menggunakan alas/cetakan yg ada dalam oven)
3. 4 bh kantong plastik ukuran 1 kg
4. Tusukan gigi berfungsi untuk melubangi plastik
5. Rak berjeruji (rak yg ada di oven/kulkas) untuk alas tempe

Bahan pembuatan tempe,  siapkan  :
 1.Kacang kedelai 2kg
2. Ragi tempe 1 sdm
3. Tepung Sagu/Tapioka 1 sdm
4. Air secukupnya

Proses Dan Cara membuat tempe
Proses Pencucian/Pembersihan. Air direbus dalam panci sampai mendidih dan angkat. Masukkan kedelai kedalam panci berisi air mendidih tadi dan diamkan sampai airnya hangat. Buang kulit kedelai hingga bersih.

Proses Pemasakan. Seteleh itu rebus kedelai sampai airnya mengeluarkan buih/ empuk. Kemudian buang air rebusan tadi hingga kering, masukkan kacang kedelai ke wadah datar. Dimana wadah ini harus diberi alas kain/ handuk agar tempe cepat meresap dan kering.

Proses Peragian. Seteleh kacang kering, pindahkan kewadah yang cekung/ bowl. Masukkan Ragi tempe dan tepung sagu kedalam kedelai, aduk dan campur hingga merata.

Proses Pengemasan. Masukkan tempe kedalam plastik/ daun pisang dan tutup rapat ujung plastik. Tusuk-tusuk plastik secukupnya dari kedua sisi, agar tempe tetap mendapatkan udara.

Proses Penyimpanan. Setelah selesai semua sekarang adalah tahap penyimpanan. Simpan tempe ke dalam tempat/kotak yang hangat. Tutup tempe dengan kain/handuk dan simpan selama 3 hari. Seteleh 3 hari tempe pun siap di olah menjadi aneka masakan.

NB : Ragi tempe dapat diperoleh di penjual kacang kedelai, ragi untuk membuat tempe ini berbeda  dengan ragi roti atau ragi tape yang umumnya kita tahu.

Usaha Pembuatan Tahu & Resepnya

Usaha Pembuatan Tahu & Resepnya


Proses Dan Cara membuat tahu. Seperti kita ketahui bahwa Tahu merupakan makanan Khas Indonesia yang diminati banyak orang.  Pernahkah anda berpikir membuat tahu sendiri ? Jika ya bagaimana cara membuat tahu dan proses pembuatan tahu termasuk bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat tahu.

Kali ini saya akan berbagi cara dan tips membuat tahu secara mudah . Sebelumnya pernah saya share cara membuat tempe kali ini saya berbagi buat anda semua cara membuat tahu segar dengan mudah.

Resep membuat tahu dan resep membuat tahu ini bisa untuk sekedar menambah wawasan  atau anda yang ingin mencoba membangun usaha kecil-kecilan siapa tahu nanti bisa menjadi pengusaha tahu hehehe.. Oh ya untuk anda yang ingin mencoba membuat telur asin bisa dilihat disini.

1.Kacang kedelai 3 Kg (sesuai kebutuhan saja)

2.Vinegar (cuka) warna putih

3.Kain Belacu (kain bekas karung tepung)

4.Bersihan kedelai dengan cara membuang yang sudah layu (kisut) pilih yang segar

5.Cuci bersih lalu rendam sampai biji kedelai tenggelam ( sekitar 6 jam)

6.Setelah itu dicuci lai selama setengah jam

7.Lalu dibagi-bagi biji kedelai sesuai dengan kapasitas blender (penggilingan)

8.Letakkan dalam wadah plastik

9.Kedelai digiling sampai halus (menggunakan blender biasa) tapi kalau ada juicer lebh baik lagi kedelai digiling halus dan air ditampung. Kalau memakai blender biasa, setelah diblender bisa langsung direbus tanpa perlu memisahkan air dan ampas

10.Ampas kedelai langsung direbus selama 15-20 menit dalam wajan yg cukup besar.

11.Jagn terlalu lama membiarkan ampas tahu, begitu penggilingan selesai segera rebus ampas tahu untuk mendapatkan hasil tahu yg bagus (tdk keras).

12.Adonan ampas kedelai yg sudah direbus tadi langsung dituang kedalam kain belacu (yg sudah disiapkan sebelumnya diatas wadah besar dr clay atau plastic dan diikat kuat agar saat menuang adonan rebusan kain tdk jatuh kedalam wadah dan kain juga harus kuat menahan berat adonan).

13.Aduk atau digoyang-goyang adonan terus menerus hingga sari kedelai jatuh kebawah dan adonan tadi cukup kering

14.Atau boleh juga kain belacu tsb di-paste-kan kedalam saringan bamboo.. Lalu peras ampas kedelai dgn menggunakan air panas, lakukan berulang ulang hingga tidak ada sari lagi yg tersisa diampas kedelai.

Cara Pembuatan Tahu :
Air saringan yg tertampung (biasanya warna kuning atau putih) lalu dicampur dgn asam cuka agar menggumpal, aduk sampai rata (asam cuka bisa digantikan dgn air kelapa atau sulfat kapur). Air asam dipisahkan dari gumpalan2. Gumpalan2 tahu yg mulai mengendap dituangkan dalam kotak berukuran 30×20 cm2 dan dialasi kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa selama bbrp saat agar air yg masih tercampur dalam adonan tadi habis. Bila adonan itu sudah padat (yg disebut tahu), sudah dpt dipotong2 dan simpan dikulkas, dan siap diolah setiap saat.

Minggu, 25 Mei 2014

Usaha Pembuatan Batu Bata Merah

Usaha Pembuatan Batu Bata Merah

A.    SEJARAH SINGKAT
Pembangunan yang berkelanjutan banyak memberikan peluang bagi banyak orang. Apalagi ditunjang pendapatan yang semakin meningkat sehingga memberikan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan utama, seperti properti. Dari hal inilah sebuah peluang muncul dalam pengadaan material utama pendukung dalam pembangunan properti yaitu batu bata.Meskipun dewasa ini sudah ditemukan inovasi bahan pengganti batu bata dalam membuat dinding bangunan, tetapi sebagian besar masyarakat masih menggunakan batu bata.

B.    MANFAAT

Hasil dari usaha produksi batu bata ini adalah batu bata merah sebagai bahan untuk pembuatan dinding bangunan, yang tingkat kekuatan dan kesejukannya dalampembuatan rumah sangat tinggi jika dibandingkan dengan bahan yang menggunakan batu bata pres.

C.    PERSYARATAN LOKASI

Mengenai lokasi usaha yang perlu diperhatikan adalah mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan lolasi luas sehingga memungkinkan pembuatan tempat untuk Pencetakan, Penjemuran, Pembakaran dan Penampungan Bata Bata Merah yang siap dipasarkan.

1.    Penyiapan Sarana dan Peralatan.

a.    Pemilihan Lahan.
Carilah lahan tanah merah yang berbentuk perbukitan/ membukit, dan tekstur tanah meranya sangat liat, jangan jang terlalu banyak mengandung pasir, tanah yang bertektur tersebut akan mengurangi kekuatan dari batu bata. Juga dekat dengan sumber air, sebagai bahan campuran tanah merah.
Gbr. Lahan dan Bahan Baku Batu Bata Merah
b.    Pembuatan Bagunan/ Pabrik.
Ukuran luas bangunan ± 30M2.
Pabrik terdiri dari 4 Bagian, yaitu :
1.    Tempat Pengadukan dan Pencetakan.
2.    Tempat Penjemuran.
3.    Tempat Pembakaran.
4.    Tempat Pengumpulan Batu Bata siap dipasarkan.

c.    Peralatan.
1.    Mesin Pencetak Bata berfungsi sebagai pengaduk tanah merah agar menjadi liat sampai dengan tercetaknya bata
Gbr. Mesin Pencetak Batu Bata
2.    Mesin Domping, Mesin Domping berpungsi sebagai penggerak mesin pencetak bata
Gbr. Mesin Domping
3.    Gerobak Kayu.
4.    Gerobak Arco.
5.    Cangkul.
6.    Sekop.

d.    Bahan Bakar.
1.    Solar.
2.    Kayu Ulin.

e.    Bahan Campuran.
1.    Air.
2.    Minyak Sawit.

2.    Proses Pencetakan.
Tahapan Pencetakan :
  • Tanah merah yang telah terkumpul di siram dengan air sekupnya.
  • Masukan tanah merah tersebut dengan menggunakan sekop kedalam mesin pencetak bata.
Gbr. Proses Pencetakan
  • Berikan miyak sawit di tempat keluarnya cetakan bata pada mesin, agar bata dapat tercetak rapi, apa bila catakan bata yang keluar dari mesin cetak belum padat atau pecah, pekerjaan bisa diulanggi, dengan memasukan kembali tanah merah (bata) ke dalam mesin pencetak sampai cetakan bata yang keluar betul-betul padat dan rapi.
  • Potong cetakan bata yang memanjang dengan alat potong yang telah tersedia. Dalam satu kali pemotongan menghasilkan 3 biji bata.
Gbr. Proses Pemotongan
  • Angkat dan letakan atau susun hasil cetakan yang sudah terpotong rapi ketempatnya.Dengan mesin pencetak bata dan 3 orang karyawan dalam 1 hari dapat mencetak 5000 biji bata. Bahan bakar yang digunakan adalah solar. Solar yang diperlukan dalam setiap produksi 1000 biji bata sebanyak 1 liter.
Gbr. Proses pengumpulan hasil cetakan
3.    Proses Penjemuran.
Penjemuran dilakukan sampai batu bata mengering. Penjemuran ini membutuhkan waktu 5 hari non stop, dengan catatan cuaca cerah.
Gbr. Proses Penjemuran
4.    Proses Pembakaran.
  • Proses pembakaran dilakukan selama 48 Jam (2 hari) non stop. Setiap satu kali pembakaran terdapat 70.000 biji bata.  Bahan bakar yang digunakan adalah potongan kayu ulin, agar bahan bakar tahan lama. Potongan Kayu ulin yang digunakan sebanyak 2,5 ret dump trek.
  • Jika  kondisi cuaca  cerah  (musim kemarau),  pembakaran  dapat  dilakukan setiap 20 hari. Apabila kondisi cuaca dimusim penghujan, maka pembakaran hanya dapat dilakukan 1 kali dalam 1 bulan.
Gbr. Proses Pembakaran
5.    Batu Bata Merah siap Dipasarkan.
Hasil dalam 1 kali pembakaran atau 70.000 biji biasanya di beli oleh 2 konsumen ( 2 buah rumah). Ruang lingkup pemasaran adalah wilayah kecamatan Batulicin dan Kecamatan Simpang Empat. Ukuran untuk batu bata merah Panjang 19cm x Lebar 9 cm x Tebal 5cm.

D. ANALISIS EKONOMI PEMBUATAN BATU BATA MERAH

Lahan yang digunakan untuk usaha pembuatan bata merah ini bersifat pinjam pakai, sehingga pada setiap hasil dari 1 kali pembakaran si pemilik tanah mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.000.000,-.

E. BIAYA PERSIAPAN FASILITAS

1.    Mesin Pencetak Bata    Rp. 40.000.000,-
2.    Mesin Domping    Rp.   5.000.000,-
3.    Pembuatan Bangunan Pabrik dan Perlengkapan Lainya    Rp. 15.000.000,-
Seperti :
a.    Mesin Air
b.    Drum Air
c.    Gerobak Arco
d.    Gerobak Kayu
e.    Cangkul
f.    Skop
g.    Dan lain-lain          .                        .+         Jumlah    Rp.60.000.000,-

4.    Biaya Oprasional
1.    Sewa Lahan (pinjam pakai)    Rp.     1.000.000,-
2.    Upah Karyawan 70.000 biji @ Rp. 140,-    Rp.     9.800.000,-
3.    Bahan Bakar Solar 70 Liter @ Rp. 6.500,-    Rp.       455.000,-
4.    Potongan Kayu Ulin 2,5 Ret @ Rp. 650.000,-    Rp.     1.625.000,-+
Jumlah         Rp. 12.880.000,-
5.    Hasil Pemasaran.
Harga Jual Bata 70.000 biji @ Rp. 450,-    Rp. 31.500.000,-

A.Perhitungan Hasil Penjualan Pembakaran Pertama
  • Biaya Fasilitas   + Biaya Oprasional
  • Rp. 60.000.000,- + Rp. 12.880.000,-           =   Rp. 72.880.000,-.
  • Hasil Penjualan    =   Rp. 31.500.000,-
Selisih     =-    Rp.41.380.000,-


B.Perhitungan Hasil Penjualan Pembakaran Kedua
  • Biaya Oprasional                 =      Rp. 12.880.000,-
  • Biaya Sewa Lahan        =   Rp.   1.000.000,-
  • Hasil Penjualan            =      Rp. 31.500.000,-
Selisih     =     Rp. 17.620.000,-

C.Perhitungan Hasil Penjualan Pembakaran Ketiga
Biaya Oprasional            =   Rp. 12.880.000,-       Biaya Sewa Lahan        =   Rp.   1.000.000,-
Hasil Penjualan                                        =   Rp. 31.500.000,-
Selisih         =     Rp. 17.620.000,-

D.Perhitungan Hasil Penjualan Pembakaran Keempat
  • Biaya Oprasional            =    Rp. 12.880.000,-
  • Biaya Sewa Lahan        =    Rp.   1.000.000,-
  • Hasil Penjualan                                        =    Rp. 31.500.000,-
Selisih     =  Rp. 17.620.000,-
  • Hasil Penjualan Pertama        = - Rp.41.380.000,-
  • Hasil Penjualan Kedua        =   Rp.17.620.000,- +
Selisih        = - Rp.23.760.000,- +
  • Hasil Penjualan Ketiga            =   Rp.17.620.000,- +
Selisih        = - Rp. 6.140.000,- +
  • Hasil Penjualan Keempat            =   Rp.17.620.000,- +
KEUNTUNGAN        =   Rp.11.480.000,-

Jadi pada usaha pembuatan batu bata, modal awal akan kembali setelah penjualan hasil pembakaran yang ke 4, dengan keuntungan sebesar Rp. 11.480.000,-.

Kode Kehormatan

Kode Kehormatan






Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas janji yang disebut Satya Pramuka dan ketentuan
moral yang disebut Darma Pramuka.

Satya Pramuka :
a.    diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota atau calon pengurus Gerakan Pramuka pada saat pelantikan menjadi anggota atau pengurus;
b.    dipergunakan sebagai pengikat diri pribadi demi kehormatannya untuk diamalkan; dan
c.    dipakai sebagai dasar pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Darma Pramuka :
a.    Nilai dasar untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia;
b.   Sistem nilai yang harus dihayati, dimiliki, dan diamalkan dalam kehidupan anggota Gerakan Pramuka di masyarakat;
c.   Landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan  kepramukaan yang diwujudkan dalam kegiatan untuk mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; dan
d.    kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.

Kode Kehormatan Pramuka
adalah budaya organisasi yang melandasi sikap dan perilaku  setiap anggota  Gerakan
Pramuka. Kode Kehormatan Pramuka ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan
usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka.

a.     Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga, terdiri atas :
1) Janji yang disebut Dwisatya, selengkapnya berbunyi:
   
Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh:
-  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Negara Kesatuan   Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.      
-   Setiap hari berbuat kebaikan.
2) Ketentuan moral yang disebut Dwidarma, selengkapnya berbunyi:

Dwidarma
1.   Siaga  berbakti  pada ayah dan ibundanya.
2.   Siaga  berani dan tidak putus asa.

b.   Kode Kehormatan bagi Pramuka penggalang, terdiri atas:
1) Janji yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan  Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
-   Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
-   Menepati Dasadarma.
2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:

Dasadarma
1.     Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.     Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.     Patriot yang sopan dan kesatria.
4.     Patuh dan suka bermusyawarah.
5.     Rela menolong dan tabah.
6.     Rajin, trampil dan gembira.
7.     Hemat, cermat dan bersahaja.
8.     Disiplin, berani dan setia.
9.     Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

c. Kode Kehormatan bagi Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan anggota dewasa, terdiri atas:
1) Janji yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi:

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-   Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
-   Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
-   Menepati Dasadarma.
2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:

Dasadarma
1.     Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.     Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.     Patriot yang sopan dan kesatria.
4.     Patuh dan suka bermusyawarah.
5.     Rela menolong dan tabah.
6.     Rajin, trampil dan gembira.
7.     Hemat, cermat dan bersahaja.
8.     Disiplin, berani dan setia.
9.     Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

(Hasil Munaslub 2012) 

SEJARAH PRAMUKA INDONESIA

SEJARAH PRAMUKA INDONESIA



Perkumpulan Pandu / Kepanduan di Indonesia  adalah jelmaan dari organisasi Padvinder / Padvinderij dari organisasi yang sama di negeri Belanda sedangkan Panvincer / Panvinderij merupakan jelmaan Boy Scout / Scouting yang di Inggris berdasarkan buku  Scouting for Boys karangan Baden Powell.
            Oleh orang Belanda S.P Smidth, di Batavia (Jakarta) dibentuk Padvinder untuk anak-anak orang Belanda dengan nama Nederlands Indesche Padvinderij Vereniging  (NIPV) pada tahun 1912. Antara tahun 1912 – 1916 di Solo  Pangeran Mangkunegoro IV membentuk Javasche Padvinderij Organisatie (JPO) untuk anak-anak kerabat Mangkunegoro, inilah organisasi pandu pertama Indonesia. Pendirian JPO ini membuat para remaja dan pemuda daerah lain tertarik mendirikan organisasi kepanduan. Yang pada waktu itu dianggap sebagai salah satu cara perjuangan dalam usaha mencapai kemerdekaan. Mulailah berdiri organisasi serupa seperti Hisbullah Wathan Padvinderij (HW) dibawah organisasi Muhammadiah, Serikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP) dibawah partai Serikat Islam, Suryawirawan Padvinderij dibawah Taman Siswa, Jong Java Padvinderij (JJP), Nationalle Islamitische Padvinderij (NATIVIJ) dan sebagainya.
            Tonggak kebangkitan bangsa Indonesia adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo  20 Mei 1908, lalu peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang menjiwai Gerakan Kepanduan Nasinal kita semakin bergerak maju.Walaupun mengadopsi ajaran Badaen Powell, Padvinder di Jawa tidak sama dengan Padvinder Belanda dan Boy Scout di Inggris,. Organisasi di Inggris dan Belanda di samping melatih  pesertanya / anggotanya untuk membangun persaudaraan dan mengajarkan keterampilan juga menanamkan kesadaran berbakti terhadap Raja, sedangkan Padvinder Jawa menanamkan kesadaran berbangsa  dalam rangka perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
            Karena adanya program perjuangan kemerdekaan, maka pemerintah Hindia Belanda melarang menggunakan istilah Padvinder sebagai organisasi kepanduan kita dan membubarkannya bagi yang bernaung sibawah partai politik , organisasi kemasyarakatan, dan tidak bolah melakukan kegiatan. Adanya larangan tersebut untuk menggunakan istilah padvinder, maka dengan cerdik KH AGUS SALIM menciptakan istilah PANDU dimana organisasi tersebut dikemukakan pertama kali dalam Kongres SIAP tahun 1908 di Kota Banjarnegara, Banyumas, Jateng (Sehingga KH Agus Salim dikenal sebagai Bapak Pandu Indonesia )
            Dengan meningkatnya kesadaran nasional Indonesia maka timbullah niat menggerakan persatuan organisasi kepanduan. Pada tahun 1930 dengan adanya INPO ( Indonesische Padvinders Organizatie ), PK ( Pandu Kesultanan ), PPS ( Pandu Pemuda Sumatera ),menjadi satu organisasi yaituKBI  (  Kepanduan Bangsa Indonesia ) .
            Pandu Indonesia pertama kali mengikuti Jambore Dunia V di Volegenzang, Belanda di tahun 1937 ( Pandu Hindia Belanda ). Kemudian tahun 1931 terbentuk pula sebuah federasi yang menamakan Persatuan antar Pandu-Pandu Indonesia  (PAPS)  yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada tahun 1938.
            Selain sebagai organisasi kader pandu dan kepanduan dapat juga dipandang sebagai organisasi kependidikan  yang menyelenggarakan pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga yang dalam undang-undang pendidikan di sebut ” Pendidikan Non Formal ”, sehingga lengkaplah misi kepanduan menjadi  tiga, yaitu :
1.         Membangun persaudaraan
2.         Melatih keterampilan
3.         Menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk merebut kemerdekaan
Adanya tiga misi tersebut pemerintah Hindia Belanda merasa kedudukannya akan terancam, oleh karena itu pandu dan kepanduan senantiasa di awasi sampai masuknya Jepang ke Indonesia.
            Pada masa pendudukan Jepang organisasi ini dilarang dan mereka membentuk Seinedang dan Keibodang sebagai wadah kegiatan pemuda / pelajar di luar sekolah. Namun jiwa pandu dengan selogan ”Sekali Pandu Tetap Pandu” . Oleh karena itu 4 bulan setelah Proklamasi  Kemerdekaan, tanggal 28 Desember 1945 di Solo berdiri Pandu Rakyat Indonesia, sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di wilayah Negera Republik Indonesia. Tetapi setelah parpol dan ormas lahir maka  banyak pandu dan kepanduan yang bernaung dibawahnya. Sehingga sampai dengan tahun 1959 tercatat 100 organisasi pandu. Upaya untuk mempersatukan pemuda-pemuda tersebut hanya berhasil terbentuknya IPINDO ( Ikatan Pandu Indonesia ) tanggal 12 September 1951, POPPINDO ( Perhimpunan Organisasi Pandu Putri Indonesia ) yang terbentuk tahun 1954 dan PKPI ( Persatuan Kepanduan Putri Indonesia ). Tahun 1951 IPINDO menyelenggarakan Jamnas I di Pasar Minggu Jakarta.
            Adanya perpecahan organisasi pemuda tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan terjadinya perselisihan dikalangan generasi muda, maka ke tiga federasi diatas melebur menjadi satu menjadiPERKINDO ( Persatuan Kepanduan Indonesia ), tetapi hanya 60 organisasi pandu saja yang bergabung dari 100 organisasi yang ada.
            Di dalam faederasi tersebut sebagian 60 organisasi anggota Perkindo terutama yang sebagai Underbow Orsospol atau ormas tetap berhadap-hadapan berlawanan satu dengan yang lain, sehingga tetap terasa lemahnya gerakan kepanduan Indonesia. Kelamahan ini  ingin dimanfaatkan oleh pihak komunis sebagai alasan untuk memaksan gerakan kepanduan di Indonesia menjadi gerakan pioneer muda seperti di negara-negara komunis.
            Atas dasar kekhawatiran tersebut MPRS mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : IX/MPRS/1959 antara lain menetapkan agar organisasi kepanduan di Indonesia diperhatikan. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut tanggal 9 Maret 1961 Bung Karno berpidato di Istana Merdeka meminta agar kepanduan di Indonesia dibebaskan dari paham Baden Powellisme dan untuk  itu perlu dibentuk organisasi baru dengan nama PRAMUKA (Praja Muda Karana) untuk tugas tersebut dengan Kepres RI  Nomor 121 tahun 1961 dibentuk Panitia Pembentukan Pramuka yang terdiri dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Dr. A. Azis Saleh, Prof. Dr.Priyono, Ahmadi   kemudian ditambah dengan Mulyadi Joyomartono.
            Masyarakat awam banyak tidak mengetahui pada saaat pembentukannya telah terjadi ”Perebutan” antara kelompok Sosialis di bawah pimpinan            Prof. Dr.Priyono dengan kelompok Pancasila dibawah pimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang akhirnya dimenangkan oleh kelompok Pancasila dengan dikeluarkanya Kepres RI nomor : 238 tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 tentang pembentukan Pramuka bukan Pioneer muda  yang diperjuangkan kelompok sosialis / komunis. Kepres RI tersebut ditandatangani oleh Ir. H. Djuanda selaku Pjs. Presiden , karena saat itu Bung Karno sedang berada di luar negeri.
            Berdasarkan Kepres RI  Tentang pembentukan Gerakan Pramuka tersebut Sri Sultan Hamengkubuwono IX beserta anggota panitia lain menyusun personalia Kwarnas, dimana    Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwarnas Pertama (dijuluki Bapak Pramuka Indonesia)  dan Dr. A. Azis Saleh sebagai Sekjend Kwarnas Pertama Gerakan Pramuka, yang kemudian dilantik oleh Presiden RI pada  tanggal 14 Agustus 1961 ditandai dengan penyerahan  / peanugrahan Panji Gerakan Pramuka ( Semacam Bendera ) dengan logo TUNAS KELAPA. Mulai saat itu tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka dan Bung Karno selaku Presiden RI sebagai Pramuka tertinggi (Sekarang : Presiden RI sebagai Pramuka Utama). Sejak itu dibentuk  Kwarda Gerakan Pramuka di Provinsi-provinsi Indonesia termasuk Provinsi Riau

BAPAK PANDU PRAMUKA INDONESIA

BAPAK PANDU PRAMUKA INDONESIA

Sri Sultan Hamengkubuwana IX lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, Hamengkubuwono IX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Di umur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Universiteit Leiden, Belanda ("Sultan Henkie").

Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada t
anggal 18 Maret 1940 dengan gelar "Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Songo". Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat "Istimewa".

Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.

Nama                : SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX
Lahir                 :Yogyakarta, 12 April 1912
Agama               : Islam
Pendidikan         : - ELS Yogyakarta 
- HBS, Semarang, Bandung, dan Haarlem 
- Faculteit Indologie Universiteit Leiden, Belanda 


Karir :
- Dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta (1940) 
- Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta (1945-sekarang) 
- Gubernur Militer untuk DIY (1945-1949) 
- Menteri Negara (1946-1949) 
- Menteri Pertahanan Koordinator Keamanan Dalam Negeri (1949) 
- Wakil Perdana Menteri (1950-1951) 
- Menteri Pertahanan (1952-1953) 
- Ketua Bapekan (1960-1962) 
- Ketua BPK (1964-1966) 
- Waperdam Bidang Ekuin (1966) 
- Menteri Utama Bidang Ekonomi & Keuangan (1966-1967) 
- Menteri Negara Ekuin (1967-1973) 
- Wakil Presiden RI (1973-1978) 

Kegiatan Lain :
- Ketua Umum KONI Pusat 
- Ketua Gerakan Pramuka 
- Ketua Dewan Pembimbing Pariwisata Nasional

Sultan Yogya ini gemar menonton silat. Sultan Hamengkubuwono dilantik menjadi Putra Mahkota pada 18 Maret 1940, lima bulan setelah ayahnya wafat (22 Oktober 1939), dengan gelar Pangeran Adipati Anom Hamengku Negara Sudibya Raja Putra Narendra Mataram.Selang lima menit kemudian, di tempat yang sama, Bangsal Manguntur Tangkil -- tempat para Sultan biasa bersemadi -- ia dinobatkan menjadi Sultan Yogyakarta dengan gelar: Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ingalaga Ngabdurakhman Sayidin Panatagama Kalifatullah Kaping IX. 

Tidaklah aneh kalau Raja Yogya ini ikut berjuang di masa perjuangan kemerdekaan. Andilnya besar dalam perundingan- perundingan dengan Belanda. Sudah banyak diketahui, bagaimana sikap Sultan membela tanah airnya, dan membela keutuhan keraton. Jabatan-jabatan di luar keraton yang dipegangnya juga bukanlah enteng. Sultan menjadi Menteri Negara (1946-1949), Menteri Pertahanan Koordinator Keamanan Dalam Negeri (1949), Wakil Perdana Menteri (1950-1951). Di masa Orde Baru, ia Wakil Presiden (1973-1978). 

Ia menjadi anggota perkumpulan kepanduan NIPC (Nederlands Indische Padvinders Club). Di sinilah ia mendapat kepandaian memasak. 

Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan contoh bangsawan yang demokratis. Pemerintahan Kesultanan Yogyakarta mengalami banyak perubahan di bawah pimpinannya. Pendidikan Barat yang dijalaninya sejak usia 4 tahun membuat HB IX menemukan banyak alternatif budaya untuk menyelenggarakan Keraton Yogyakarta di kemudian hari. Berbagai tradisi keraton yang kurang menguntungkan dihapusnya dan dengan alternatif budaya baru HB IX menghapusnya. 

Meski begitu bukan berarti ia menghilangkan substansi sendiri sejauh itu perlu dipertahankan. Bahkan wawasan budayanya yang luas mempu menemukan terobosan baru untuk memulihkan kejayaan kerajaan Yogyakarta. Bila dalam masa kejayaan Mataram pernah berhasil mengembangkan konsep politik keagungbinataraan yaitu bahwa kekuasaan raja adalah agung binathara bahu dhenda nyakrawati, berbudi bawa leksana ambeg adil para marta (besar laksana kekuasaan dewa, pemeliharaan hukum dan penguasa dunia, meluap budi luhur mulianya, dan bersikap adil terhadap sesama), maka HB IX dengan wawasan barunya menunjukkan bahwa raja bukan lagi gung binathara, melainkan demokratis. Raja berprinsip kedaulatan rakyat tetapi tetap berbudi bawa leksana. 

Dan di tahun 1968, beliu diangkat sebagai Ketua Kwartir Nasionl Gerakan Pramuka hingga tahun 1978. Sebagai pemimpin organisasi kepanduan, beliau pun termasuk tokoh yang mendapat anugerah Bronze Wolf Award dari World Organization of Scout Movement (WOSM). Inilah penghargaan tertinggi dalam dunia kepanduan. Selain beliau, tokoh kepanduan Indonesia yang pernah menerima Bronze Wolf Award. yaitu Mashudi, H Azis Saleh, dan Liem Beng Kiat. 

Akhirnya, beliau menghembuskan nafas terakhir, pada 1 Oktober 1988 di RS George Washington University Amerika Serikat pukul 04.30 waktu setempat. Seminggu kemudian, tepatnya 8 Oktober 1988, jenazah beliau dikebumikan di Astana Saptarengga, komplek pemakaman Raja Mataram di Imogiri, sekira 17 km selatan kota Yogyakarta.

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: deniarkal@gmail.com

Our Team Members